to Find Values is to Find Your Happiness

For once again in a while, I took so many notes in a seminar instead of doodling over the paper.

Sabtu pagi itu aku berangkat dengan semangat-semangat sisa kemarin yang seharian hampir habis dikuras buat keliling-keliling puskesmas untuk urus perizinan ambil data (maklum mahasiswa tingkat akhir, didoain aja ya biar cepet lulus, aamiin). Sambil ngerasa bersalah karena semalem gabisa bantu temen-temen panitia di lokasi, jam 05.15 ku buru-buru mesen grab langsung ke FT UI. Sambil nunggu abang nya jemput, aku nyiapin nampan dan piring kaca buat naro buah pesenan Rima sama Sofi kemarin. Setengah jam kemudian aku sampe di FT, singkat cerita, pas acara mulai belum sampai 30 menit, tiba-tiba semangatku ke recharge lagi. Ada apa ya? Hehe sini kuceritain..

Jadi tepatnya tanggal 5 Mei 2018 lalu, aku mengikuti seminar wajib untuk para bazma scholars (para penerima beasiswa baituzzakah pertamina). Tema seminar nya itu persiapan pasca kampus, dengan judul "Journey to The Top: Be a Superstudent in Millenial Era".

Sesi 1.

Sesi 1 dipandu sama moderator Rintis, dia ngenalin pembicara dengan cara yang gak biasa, yang belum pernah kulihat sebelumnya di acara-acara yang pernah kuikutin, yaitu lewat video dan dongeng:') keren banget sih tis. Itu hal pertama yang pompa semangatku. Ga berhenti disitu, pembicara nya yang keren banget, Ibu Nicke Widyawati, orang nomor 1 nya Pertamina.. plt. Direktur Utama Pertamina (persero) sekaligus Ketua Dewan Pembina beasiswaku, Baituzzakah Pertamina. Pertama-tama beliau mulai dengan encourage kita buat tau passion kita untuk dunia kerja kita nanti, beliau bilang kerja dimanapun kita nanti, mau di BUMN atau multinational company, keduanya sama-sama pilihan yang baik selama kita tahu konsekuensi yang akan kita jalani nanti di pilihan tersebut. Di perusahaan BUMN itu kita ada misi wajib untuk membangun negara, disini kita harus belajar mengatur waktu karena 90% waktu kita untuk organisasi dan negara, sedangkan 10% nya baru untuk pribadi, terutama ketika jadi leader disana. Sedangkan di multinational company, lebih banyak kompetisi yang ditargetkan.

Menurut beliau, kalau mau jadi pebisnis harus punya skills dan mental baja karena ada tanggung jawab untuk menghidupi tim kita, hal ini bisa dipelajari dengan cara belajar dari kemenangan orang lain ataupun dari kegagalan diri sendiri. Nah, untuk mempersiapkan dunia pasca kampus sendiri, beliau bilanh kalau kita mesti punya Knowledge, Skills, Experience, dan Attitude. Menurut beliau, millenials kayak kita itu learning ability nya bagus serta bisa multitasking juga, hal itu bisa mendukung knowledge dan skills yang bisa kita pelajari dengan kemampuan kita. Selanjutnya experience, ini bisa kita dapatkan dari magang/internship di suatu tempat kerja, atau mencoba bisnis sendiri, serta satu lagi dengan memanfaatkan waktu luang menjadi volunteer atau mengikuti kegiatan sosial. Bagian ini adalah yang paling kusuka karena beliau bilang, kalau dengan volunteer atau mengikuti kegiatan sosial, dapat membantu kita mengasah empati dan rasa syukur, dimana empati ini yang dibutuhkan dalam negotiation skill (akan dibahas berikutnya). Selanjutnya adalah built your good attitude, millenials yang kritis harus speak up, berani menyampaikan ide dan pendapat namun tetap dengan cara yang beretika dan profesional. Masih termasuk dalam attitude juga, kita mesti punya integritas (doing good things even no one is watching) dan tanggung jawab (komitmen terutama ketika menjadi leader.

Beliau juga banyak cerita tentang sifat millenials, beliau bilang bahwa millenials itu butuh keseimbangan, millenials gakbisa terus-terusan disuruh kerja berturut-turut, mereka butuh balancing otak kanan dan kiri mereka. Sedangkan, endurance yang dimiliki millenials biasanya lebih rendah dari yang dimiliki generasi sebelumnya. Jam terbang dan pengalaman dari generasi sebelumnya lah yang harus dipelajari oleh millenials, sehingga millenials juga harus respect terhadap senior-senior yanh memiliki pengalaman lebih, sehingha apabila jam terbang dan pengalaman tinggi senior dikombinasi dengan semangat millenials, akan menciptakan kerjasama yang baik. Millenials harus punya high confident level namun tetap low profile.

Selain materi diatas, pertanyaan dan jawaban yang ada dalam diskusi di seminar ini juga ga kalah kece loh;

  1. Bagaimana jika susah sekali menemukan passion kita? Jika memang kalian belum juga menemukan passion kalian, cintai apa yang sedang kamu kerjakan sekarang dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
  2. Bagaimana jika ada peluang lain yang menjanjikan? Gakpapa, semua pilihan itu baik asal harus tau konsekuensi nya. Lihat juga tujuan kamu, jika yang kamu tuju adalah position, kamu harus sabar dengan tahapan-tahapan nya untuk menjejaki posisi-posisi tersebut. Namun jika kamu memilih loyal with the profession, kamu bisa mencoba hal-hal baru yang sesuai dengan profesi kamu tersebut.
  3. Bagaimana mencari values dalam hiduo kita masing-masing? Values itu tujuan hidup, beliau mengartikan value sebagai suatu yang sangat indah menurut saya, yaitu tanyakan pada diri kita sendiri pada saat apa kita merasa bahagia maka itulah value kita. Untuk tujuan hidup,pasti kita punya goals yang besar, nah selain menetapkan target-target tersebut, kita juga harus review cara kita untuk mencapai target tersebut, hal ini disebut "Milestone", bagaimana mem-break down target besar kita menjadi target-target kecil yang bisa dicapai secara fokus dan bertahap, jika satu-satu sudah tercapai jangan lupa untuk disyukuri.
  4. Bagaimana jika mengalami titik jenuh? Yakini dan terima pilihan kita sendiri serta jangan mengeluh.
  5. Bagaimana agar memiliki negotiation skills yang baik? Perlu dipahami dulu bahwa setiap negosiasi/meeting itu adalah sebuah pertarungan bagaimana meyakinkan seseorang. Nah yang harus kita lakukan ialah mempelajari terlebih dahulu info tentang orang yang akan diajak meeting tersebut agar kita paham kebutuhan dan dapet winwin solution. 


Highlights;
-MC kecee yang panik nya ma syaa Allah tapi kerenlahh pas ngemsi ma luvly adikkuh Hanges, dan Bedul.
-Pembukaan dari moderator a.k.a Rintis yang dongengnya buat aku jatuh hati.
-Video flashback sekolah nya Ibu Nicke yang bikin kumau nangis hoho.
-Ibu Nicke yg superduper power master ilmu yg dimiliki nya dan gak sungkan-sungkan untuk share sama kita.
-Moderator Giffari dan pengisi acara Mba Pri dan tim CCA yang kerenss.
-Semua panitia dan peserta yang antusias banget hari itu, buatku senang.

Maafyaa postingan nya dilanjut nanti.. udah mau masuk theatre nya mau nonton 212😅 kalau mau baca-baca bisa lihat notes ku dulu yah..


Here's the notes of a sanguines, jadi mohon maap kalau mesti effort lebih bacanya..

Comments