The Alchemy of Air by Thomas Hager


"Ini adalah kisah dua manusia, seorang egois dan seorang penyendiri alkoholik, yang menemukan solusi dari kelaparan masal, yang  berhasil membuat roti dari udara, membangun pabrik dengan ukuran sebuah kota, dan menyelamatkan jutaan nyawa."


Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan           : ke-1
Jumlah hlm     : 352 halaman



Buku ini menceritakan tentang dua sosok laki-laki dengan sifat yang sama sekali berbeda, yang berhasil menggoreskan namanya dalam catatan sejarah dunia, yang berhasil menciptakan alat yang paling penting sepanjang zaman namun disaat yang sama, alat itu juga dapat menjadi bencana bagi seluruh umat manusia.

Kedua sosok tersebut ialah Fritz Haber dan Carl Bosch. Fritz Haber adalah sosok yang sangat publik, ilmuwan yang senang perhatian, dan egois. Sedangkan sifat Carl Bosch merupakan suatu keterbalikan dari sifat Fritz Haber, ia sangat senang menyendiri dan alkoholik. Bagi sebagian orang yang pernah bersentuhan dengan kimia mungkin dapat mengingat sesuatu apabila mendengar nama Haber dan Bosch. Namun, lebih banyak yang tidak mengenali mereka bahkan temuan mereka yang sangat penting tersebut, yaitu nitrogen terfiksasi.

Hingga saat ini, banyak orang masih memiliki tanda tanya besar tentang apa kegunaan dari suatu unsur yang memiliki persentase paling banyak di udara. Nitrogen. Unsur tersebut tidak dapat diolah dan dimanfaatkan sendiri oleh manusia kecuali sampai ditemukan nya alat pengubah bentuk nitrogen menjadi asam nitrat buatan Haber dan Bosch. Namun disisi lain, tidak ada yang menyangka bahwa asam nitrat juga merupakan bahan baku paling penting untuk dijadikan peledak.

Pabrik Haber-Bosch terbesar saat ini yang terletak di Rusia, dapat menghasilkan 2,5 juta ton amonia setiap tahun nya berkat kedua sosok laki-laki tersebut dan berbagai perjuangan mereka yang dapat dikatakan bahwa mereka mengorbankan kehidupan pribadi demi terciptanya temuan ini.

Buku novel karya penulis sains, Thomas Hager, tahun 2008 ini, berhasil diterjemahkan dengan cukup baik oleh Alex Tri Kuntjoro. Gaya bahasa yang digunakan juga cukup bagus. Penuansaan terkait latar tempat dan waktu juga digambarkan dengan baik. Novel ini juga cukup inspiratif dan memberikan ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca nya. Kekurangan dari novel ini, karena cukup ilmiah, mungkin akan sulit dipahami oleh orang awam. Namun, cerita yang menarik membuat pembaca penasaran akan apa yang terjadi di halaman selanjutya.
****

Comments